|
Saturday, August 15, 2009, 02:25 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
SIAPA BERKENAN MEMBANTU RENOVASI Posted by sapto [Administrator]
PAROKI
Maria Gunung Karmel Madura
SUMENEP MADURA
Ketika saya ke Jakarta
untuk misa kesembuhan Hartoni di rumahnya mas Basuki, (Senin 20 Juli 2009) saya
terus menginap di rumahnya pak Mulsaptono, umat paroki MKK (Maria Kusuma Karmel
Meruya). Hari Rabu 29 Juli ada tamu romo Girin O’Carm datang dari pastoran MKK.
Ternyata beliau adalah pastor senior yang sudah 4,9 tahun berkarya di Sumenep
Madura.
Romo
Girin mengatakan bahwa dulu yang memulai berdirinya paroki Maria Kusuma Karmel
Meruya dari tanggal 14 Januri 1992 sampai diresmikan 14 Desember 1992. Kata beliau waktu itu tidak
mudah mencari tanah, membangun gereja
dan mulai membentuk dewan paroki. Dan puji Tuhan sekarang MKK sudah menjadi
paroki yang besar dan megah dengan kolekte Sabtu Minggu diatas Rp 40 juta.
Beliau datang ke MKK karena diundang
untuk ikut pesta ultah MKK sekaligus sambil mencari dana untuk merenovasi
gereja Santa Maria Gunung Karmel SUMENEP MADURA. Dikatakan oleh rm Girin bahwa
:
Gereja
Sumenep sudah terlalu tua (Dibangun tahun 1937), bahan dari kayu siwalan (sejenis
pohon pinang) dengan ukuran 36X13 meter.
Sekarang posisi lantai gereja sudah 30 cm lebih rendah dari jalan, akibatnya
kalau musim hujan, air masuk ke dalam gereja. Kayu-kayu sudah lapuk. Paroki
Sumenep terdiri dari 3 lingkungan, jumlah umat 618 jiwa, mayoritas masyarakat
keturunan Tiong Hoa yang pas-pasan. Sampai saat ini umat Madura yang jadi
Katolik di Sumenep ada 4 orang. Selama beliau berkarya di Sumenep sudah
berusaha mencari dana untuk merenovasi Gereja dan sudah terkumpul dana 300
juta. Padahal yang kebutuhan total diperkirakan Rp 650 juta. Jadi masih
kekurangan dana Rp 350 juta.
Yang menyesakkan dada, adalah
keluhan Rm Girin bahwa saat mau memohon bantuan dana ke paroki MKK yang dulu
diperjuangan sejak Dalam Kandungan, lahir sampai dewasa. Ternyata Ditolak oleh pastor paroki. Harus melalui prosedur antar
keuskupan Malang-KAJ seperti pada umumnya NGAMEN. Padahal beliau yang sudah
sepuh dipelosok Madura belum tahu bahwa harus mengurus prosedur yang
sulit-sulit. Mungkin karena bingung, beliau mengatakan kepada saya :”Romo
Yatno, saya kehabisan cara. Pintu sudah tertutup. Saya sudah tidak bisa
mengikuti perkembangan prosedur yang sekarang. Rencana saya akan segera kembali
ke Sumenep untuk berdoa. Semoga ada yang tergerak membantu Renovasi Gereja
Sumenep. Kalau romo Yatno bisa membantu saya sangat senang” “Tidak tertutup
romo. Pasti Tuhan akan memberi. Masih begitu banyak sahabat yang secara pribadi
peduli. Saya akan mengontak teman-teman, pasti banyak yang mau.”
Benarlah bahwa Yesus sering
bertentangan dengan ahli Taurat dan Kaum Parisi. Karena hukum sering menjadi
benteng aman untuk tidak berbuat sesuatu, sedang bagi Yesus yang penting
MANUSIA diselamatkan.
Yang ingin membantu Renovasi Gereja
Sumenep bisa hubungi langsung Romo Girin
O’Carm HP 08123520517 atau langsung
transfer ke BCA 0390032366 a.n.
Agustinus Girin. Yang ingin konfirmasi bisa kontak ke Pak Mulsaptono paroki
MKK HP 0811164384. Trima kasih.
|
|
Wednesday, June 17, 2009, 07:06 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
Gini lho mas, itu kan berasal dari Piwulang renteng. Yang berbunyi Nek wis teken (tanda tangan) mbok sing tekun, ning tansah gocek an teken (tongkat keyakinan), ojo wedi takon (bertanyata), meskipun pakai tukon (resiko), mengko rak tekan (biasanya sampai).Posted by sapto [Administrator]
Keyakinan itu yang kami praktekkan dalam rencana dan pelaksanaan pembangungan gereja Somohitan.
Waktu itu kami setelah lama berembug dan memastikan bahwa kita harus merenovasi gereja, karena sudah rapuh dan dioyang gempat, maka kami bersama seluruh umat telah sepakat bahwa Yuk Kita membangun gereja. Lalu saya koreksi bukan gedung gereja tetapi rumah Tuhan. Kesapakatan itu kami wujudkan dalam peletakan batu pertama di calon altar pas hari raya Tubuh dan darah Kristus seperti hari ini. Ini dianggap teken.
Read More...
|
|
Wednesday, June 10, 2009, 07:09 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
1. Titik balik terlibat dalam kegiatan lintas imanPosted by sapto [Administrator]
Awalnya, kapan ya? Mungkin njenengan dah dengar bahwa sejak tahun 1987 waktu Top di Magelang saya mulai bribik-bribik nyatrik romo Mangun, kemudian mulai gencar setelah pulang Top dan menjelang Tahbisan.Jadi sithik-sithik dah diberi bibit kerja sama dengan banyak pihak. Nah sekitar awal Desember 1996, Saya di Jetis bersama romo Mangun. Nah ada konflik yang berbau Sara di Jawa Timur, Tasikmalaya, Jatibenting dll. Suatu hari romo Mangun diundang jadi pembicara di Interfidei, tetapi beliau gak bisa datang. Lalu saya dibrifing untuk nggajuli beliau. Mulailah ketemu dengan aktivis lintas iman. Begitu terus menerus sehingga kalau romo mangun gak bisa rawuh, aku diajari untuk omong. Dan lama kelamaan, kelompok interfisei mulai jalan setapak demi setapak. Saya merasakan asyuik bersama kawan-kawan. Maka dimulailah diskusi, doa bersama secara bersama-sama di tempat-tempat yang berbeda di Gereja, balai desa, klenteng, vihara, Pure dll. Saya merasa nyaman dan enak
bergaul dan bertamu kepada teman-teman yang berbeda keyakinan.
Selama hampir setahun saya malah kumat le suka demo seperti waktu di Kedung Ombo, hingga waktu Reformasi saya sering turun ke jalan bersama para mahasiswa dan aktivis-aktivis reformasi. Bahwa pernah menikmati granat gas air mata, gereja Jetis dibom, dll..Romo Pujo ikut mendukung saat atur strategi hadapi profokator. Puncak kegiatan Lintas iman adalah Aksi DAMAI kAWULa Mataram 20 Mei 1998. Dari situ kegiatan selain doa bersama, diskusi dll. Lama-lama kami menemukan diri sendiri bahwa biarlah Interfidei bergerak di bidang wacana, kami yang turun ke lapangan. Saya ingat tanggal 27 Februari 1997, kelompok kami menyebut diri Forum Persaudaraan Umat Beriman atau FPUB.Makin lama FPUB membagi tiga bidang: Bidang Media (Majalah Lintas Iman Suluh), Bidang dialog (Kyai Muhaimin, Pdt Bambang Subagio dan Peace Compaign atau kampanye damai (Saya yang pegang kendali dibantu sejumlah relawan) sampai sekarang.Kegiatan peace compaign selain kampanye damai, juga dialog
karya (Penghijauan, Interfaith Youth Camp, Posko Merapi, Posko gempa, bedah rumah, penyediaan air minum masyarakat, ACceh dll)
Read More...
|
|
Friday, May 29, 2009, 13:38 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
“Agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu”Posted by sapto [Administrator]
(Kis 28:16-20.30-31; Yoh 21:20-25)
“Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?" Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu." Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu” (Yoh 21:20-25), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Read More...
|
|
Thursday, May 21, 2009, 08:43 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
this to all the guys for a good laugh, and Posted by sapto [Administrator]
to all the ladies who have a good sense of humor
Read More...
|