Alumni Seminari Mertoyudan ( Sinergi dan Berbagi )
YESUS MEMPERBANYAK ROTI 
Saturday, August 15, 2009, 02:36 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
HOMILI HARI INI 26/7-09
tulisan : Rm Suyatno Hadiatmojo PR

YESUS MEMPERBANYAK ROTI

REFLEKSI SOSIOLOGIS

Yoh 6-15


Konteks Injil:

Yesus menyuruh para murid berdua-dua
untuk mewartakan sabda keselamatan Kristus.. Ketika mereka kembali dan sharring
berbagai pengalaman dalam melaksanakan tugas perutusan. Rupanya Yesus puas
dengan mereka. Lalu Dia kepingin mengajak para murid untuk menyingkir ke tempat
yang sepi untuk beristirahat dan berdoa.Namun orang berjubel-jubel mengejar
Yesus dan Yesus tergerak hatinya, karena mereka seperti domba yang tanpa
gembala. Lalu meski lelah Yesus tetap melayani mereka. Hingga rencana
istirahatnya gagal. Apalagi mereka yang berjumlah 5000 laki-laki kelihatan
lapar dan letih. Yesus mengatakan kepada para murid: Bagaimana orang yang
kelaparan itu harus ditolong.

Philipus:”Uang sebanyak 200 dinar (8
juta Rp) tidak cukup untuk membeli roti bagi 5 ribu orang meski hanya
secuil-secuil”. Andreas merebut 5 roti dan dua ikan yang dibawah anak, dan
diberikan kepada Yesus. Yesus memerintahkan orang-orang disuruh duduk
berkelompok-kelompok. Yesus kemudian menerima roti mengucap syukur dan menyuruh
para murid membagi 5 roti dan dua ikan itu kepada orang banyak. Ternyata mereka
semua makan sampai kenyang dan bahkan sisa 12 bakul.

 

BENARKAH YESUS MEMPERBANYAK ROTI?

            Sangat mausiawi bahwa setelah para
murid bekerja keras, Yesus mengajak mereka untuk menyendiri. Untuk istirahat,
retret atau rekoleksi. Guna menimba kekuatan baru dari alam dan dari Tuhan. Ini
berarti Si Bos memperhatikan anak buahnya. Kadang-kadang perlu diajak
penyegaran hidup.

            Namun
istirahat harus ditunda karena orang banyak datang minta penyegaran hidup.
Sebagai gembala yang baik, meski lelah harus melayani yang digembalakan.

            Rupanya
Yesus membutuhkan manusia menjadi partner kerja. Karena itu persolan
disampaikan:” Hai murid-muridKu, apa solusimu terhadap 5000 orang yang kelaparan.
Kemudian muncul reaksi:

Philipus:”Wahh..
ha nek sekian banyak orang dengan 8 jutapun belum cukup untuk makan
mereka”. Ini adalah sikap ADALAH.. Ketika ada persoalan sering banyak orang
berpendapat, bahkan mempermasalahkan. Ini adalah model orang yang banyak
bicara tentang persolan tetapi, tidak menyelesaikan persoalan. Yesus
prihatin (perih hatinya) melihat sikap PhilipusAndreas:”Disini
ada 5 roti dan dua ikan”. Tapi milik siapa? Mungkin ini milik anak sebagai
bekal. Meski milik anak kecil direbut Andreas kemudian diberikan kepada
Yesus.  Ini model orang yang suka
merebut barang atau kedudukan, tetapi modalnya hanya nekat. Seperti orang
LSM pendamping petani, hanya motreti sawah-sawah subur lalu ditulis dalam
proposal untuk mencari dana. Padahal gak ikut kerja apa-apa.Yesus.
Rupanya Dia jengkel melihat sikap para murid. Yang satu Cuma ADALAH yang
lain NGREBUT. Maka murid-murid dipaksa untuk membagikan roti dan ikan
“colongan” tadi meski Cuma sak iprit-iprit. Sambil ngedumel
muridpunmelaksakan dhawuh.Adalah
hal yang wajar kalau dipadang gurun orang yang bepergian MESTI MEMBAWA
BEKAL. Karena gak ada warung/mini market atau bakso/soto surungan. Ketika
mereka diberi roti dan ikan yang sak cuil cuilik buanget, mereka pasti
agak tersinggung. Lalu antar mereka pada bisik-bisik untuk mengeluarkan
bekal masing-masing dan dimakan bareng. Yang
disyukuri Yesus:

a.     
Murid-murid
sadhar bahwa solusi masalah bukan hanya cukup di ADALAHKAN atau didiskusikan.
Apalagi milik orang kecil malah dicolong.

b.     
Kesadaran
jemaat muncul bahwa  masalah kelaparan
5000 orang bisa diatasi kalau masing-masing dengan rela mau mengeluarkan
potensi dan bekalnya. Bahkan  sisa lebih
dari 12 bakul.

c.      
Perubahan
paradikma murid dan umat  Itulah yang
disyukuri Yesus.

d.     
Strategi
dan kebijakan Yesus itu mereka sadar bahwa orang Model Yesus itulah yang layak
dipilih jadi raja. Karena kenyataan dari dulu sampai sekarang, orang yang
pengin jadi raja sering berprinsip “JER BASUKI MOWO BEA”. Rakyat yang mawa bea
rajanya yang BASUKI (enak tanpa modal)

 

Strategi inilah yang kami pakai
selama 7 tahun dalam pelbagai kegiatan baik gerejani maupun
kemasyarakatan.

NUWUUUN

Pastor Muda memprihatinkan 
Saturday, August 15, 2009, 02:31 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
Pastor Muda memprihatinkan
tulisan : Rm Suyatno Hadiatmojo PR

Ini adalah keluhan dari sebagian umat yang menghadapi pastor muda (tentu tidak semua?). Keprihatinan yang muncul ketika suatu paroki mendapat pastor muda, kotbahnya ilimiah, filosofis dan sangat teologis dan biblis. Dengan banyak istilah asing yang dipakai. hingga umat ndomble. Di luar homili, ternyata srawungnya kurang. Fasilitas yang bermerk jaman kini menjadi harapan. Menjadi pastor suatu prestise. Umat diminta menyediakan fasilitas ini itu.
Ini bisa benar dan bisa salah. Tetapi seandainya benar. Dimana salahnya? Sya ingat akan peristiwa bersama romo Mangun:
Suatu hari Romo Mangun
diundang untuk memberi rekoleksi para frater. Ketika mulai memberikan
konverensi beliau sudah menampilkan wajah kurang simpatik. Ia berkata:”Anda
adalah calon-calon pastor alias calon-calon aristocrat/bangsawan gereja.
Pernahkan and baca dalam Injil bahwa yang  
sering membenci Yesus dan nggerpoli Yesus adalah para imam? Saya
prihatin dengan keadaan sekarang, karena para frater seperti radio satu band
yang diketahui hanya Panti Rapih, kapel dan kampus”. Situasi mulai tidak
mengenakkan bahkan ada yang mulai marah. Tetapi Romo Mangun malah
melanjutkan:”Saya punya ide, nanti sesudah doa malam bagaimana kalau seminari
ini dibakar. Sesudah itu benteng yang membatasi Seminari dengan masyarakat
dirobohkan. Supaya kita hidup bersama dengan orang kampong. Seperti  para santri yang disamping belajar di kampus
atau sekolah, masih memasak, belajar agama”. Seorang frater yang tidak bisa
menahan emosi bertanya:”Apa romo sedang punya masalah kok sejak tadi memarahi
kami”. Dengan santai beliai menjawab:” Ya betul. Ada masalah keprihatinan yang sangat
mendalam”. “Masalah keprihatinan  apa
Romo?”. “Saya sungguh prihatin tentang kamu. Masak menganggap diri menjadi
calon gembala, tidak pernah dilatih untuk ajur-ajer dengan masayarakat”,
lanjutnya. “Siapa yang pernah memimpin rekoleksi bakul tempe? Siapa kalau tetangga kita meninggal
datang melayat?  Siapa yang mau
mengetahui bahwa di luar tembok kita begitu banyak orang menderita kesusahan? “
Pertanyaan yang bagaikan metraliur untuk membuat para frater tertunduk sambil
membernarkan dalam hati. Namun Romo Mangun belum mau berhenti,”Kalau pakaian
dicucikan, lantai kotor ada yang ngepel, jendela pecah panggil pegawai. Itu mau
jadi gembala macam apa? Belajar untuk hidup memasyarakat apalagi menjadi
gembala itu mesti dimulai bukan dipikirkan.

Rm Yatno : Gereja Sumenep 
Saturday, August 15, 2009, 02:25 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
SIAPA BERKENAN MEMBANTU RENOVASI

PAROKI
Maria Gunung Karmel Madura

SUMENEP MADURA

Ketika saya ke Jakarta
untuk misa kesembuhan Hartoni di rumahnya mas Basuki, (Senin 20 Juli 2009) saya
terus menginap di rumahnya pak Mulsaptono, umat paroki MKK (Maria Kusuma Karmel
Meruya). Hari Rabu 29 Juli ada tamu romo Girin O’Carm datang dari pastoran MKK.
Ternyata beliau adalah pastor senior yang sudah 4,9 tahun berkarya di Sumenep
Madura.

Romo
Girin mengatakan bahwa dulu yang memulai berdirinya paroki Maria Kusuma Karmel
Meruya dari tanggal 14 Januri 1992 sampai diresmikan  14 Desember 1992. Kata beliau waktu itu tidak
mudah  mencari tanah, membangun gereja
dan mulai membentuk dewan paroki. Dan puji Tuhan sekarang MKK sudah menjadi
paroki yang besar dan megah dengan kolekte Sabtu Minggu diatas Rp 40 juta.

            Beliau datang ke MKK karena diundang
untuk ikut pesta ultah MKK sekaligus sambil mencari dana untuk merenovasi
gereja Santa Maria Gunung Karmel SUMENEP MADURA. Dikatakan oleh rm Girin bahwa
:

Gereja
Sumenep sudah terlalu tua (Dibangun tahun 1937), bahan dari kayu siwalan (sejenis
 pohon pinang) dengan ukuran 36X13 meter.
Sekarang posisi lantai gereja sudah 30 cm lebih rendah dari jalan, akibatnya
kalau musim hujan, air masuk ke dalam gereja. Kayu-kayu sudah lapuk. Paroki
Sumenep terdiri dari 3 lingkungan, jumlah umat 618 jiwa, mayoritas masyarakat
keturunan Tiong Hoa yang pas-pasan. Sampai saat ini umat Madura yang jadi
Katolik di Sumenep ada 4 orang. Selama beliau berkarya di Sumenep sudah
berusaha mencari dana untuk merenovasi Gereja dan sudah terkumpul dana 300
juta. Padahal yang kebutuhan total diperkirakan Rp 650 juta. Jadi masih
kekurangan dana Rp 350 juta.

            Yang menyesakkan dada, adalah
keluhan Rm Girin bahwa saat mau memohon bantuan dana ke paroki MKK yang dulu
diperjuangan sejak Dalam Kandungan, lahir sampai dewasa. Ternyata Ditolak oleh pastor paroki. Harus melalui prosedur antar
keuskupan Malang-KAJ seperti pada umumnya NGAMEN. Padahal beliau yang sudah
sepuh dipelosok Madura belum tahu bahwa harus mengurus prosedur yang
sulit-sulit. Mungkin karena bingung, beliau mengatakan kepada saya :”Romo
Yatno, saya kehabisan cara. Pintu sudah tertutup. Saya sudah tidak bisa
mengikuti perkembangan prosedur yang sekarang. Rencana saya akan segera kembali
ke Sumenep untuk berdoa. Semoga ada yang tergerak membantu Renovasi Gereja
Sumenep. Kalau romo Yatno bisa membantu saya sangat senang” “Tidak tertutup
romo. Pasti Tuhan akan memberi. Masih begitu banyak sahabat yang secara pribadi
peduli. Saya akan mengontak teman-teman, pasti banyak yang mau.”

            Benarlah bahwa Yesus sering
bertentangan dengan ahli Taurat dan Kaum Parisi. Karena hukum sering menjadi
benteng aman untuk tidak berbuat sesuatu, sedang bagi Yesus yang penting
MANUSIA diselamatkan.

            Yang ingin membantu Renovasi Gereja
Sumenep bisa hubungi langsung Romo Girin
O’Carm HP 08123520517  atau langsung
transfer ke BCA 0390032366 a.n.
Agustinus Girin. Yang ingin konfirmasi bisa kontak ke Pak Mulsaptono paroki
MKK HP 0811164384. Trima kasih.

Suyatno Hadiatmojo : Piwulang renteng 
Wednesday, June 17, 2009, 07:06 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
Gini lho mas, itu kan berasal dari Piwulang renteng. Yang berbunyi Nek wis teken (tanda tangan) mbok sing tekun, ning tansah gocek an teken (tongkat keyakinan), ojo wedi takon (bertanyata), meskipun pakai tukon (resiko), mengko rak tekan (biasanya sampai).
Keyakinan itu yang kami praktekkan dalam rencana dan pelaksanaan pembangungan gereja Somohitan.
Waktu itu kami setelah lama berembug dan memastikan bahwa kita harus merenovasi gereja, karena sudah rapuh dan dioyang gempat, maka kami bersama seluruh umat telah sepakat bahwa Yuk Kita membangun gereja. Lalu saya koreksi bukan gedung gereja tetapi rumah Tuhan. Kesapakatan itu kami wujudkan dalam peletakan batu pertama di calon altar pas hari raya Tubuh dan darah Kristus seperti hari ini. Ini dianggap teken.
Read More...

Suyatno Hadiatmojo : Lintas Iman 
Wednesday, June 10, 2009, 07:09 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
1. Titik balik terlibat dalam kegiatan lintas iman
Awalnya, kapan ya? Mungkin njenengan dah dengar bahwa sejak tahun 1987 waktu Top di Magelang saya mulai bribik-bribik nyatrik romo Mangun, kemudian mulai gencar setelah pulang Top dan menjelang Tahbisan.Jadi sithik-sithik dah diberi bibit kerja sama dengan banyak pihak. Nah sekitar awal Desember 1996, Saya di Jetis bersama romo Mangun. Nah ada konflik yang berbau Sara di Jawa Timur, Tasikmalaya, Jatibenting dll. Suatu hari romo Mangun diundang jadi pembicara di Interfidei, tetapi beliau gak bisa datang. Lalu saya dibrifing untuk nggajuli beliau. Mulailah ketemu dengan aktivis lintas iman. Begitu terus menerus sehingga kalau romo mangun gak bisa rawuh, aku diajari untuk omong. Dan lama kelamaan, kelompok interfisei mulai jalan setapak demi setapak. Saya merasakan asyuik bersama kawan-kawan. Maka dimulailah diskusi, doa bersama secara bersama-sama di tempat-tempat yang berbeda di Gereja, balai desa, klenteng, vihara, Pure dll. Saya merasa nyaman dan enak
bergaul dan bertamu kepada teman-teman yang berbeda keyakinan.
Selama hampir setahun saya malah kumat le suka demo seperti waktu di Kedung Ombo, hingga waktu Reformasi saya sering turun ke jalan bersama para mahasiswa dan aktivis-aktivis reformasi. Bahwa pernah menikmati granat gas air mata, gereja Jetis dibom, dll..Romo Pujo ikut mendukung saat atur strategi hadapi profokator.  Puncak kegiatan Lintas iman adalah Aksi DAMAI kAWULa Mataram 20 Mei 1998. Dari situ kegiatan selain doa bersama, diskusi dll. Lama-lama kami menemukan diri sendiri bahwa biarlah Interfidei bergerak di bidang wacana, kami yang turun ke lapangan. Saya ingat tanggal 27 Februari 1997, kelompok kami menyebut diri Forum Persaudaraan Umat Beriman atau FPUB.Makin lama FPUB membagi tiga bidang: Bidang Media (Majalah Lintas Iman Suluh), Bidang dialog (Kyai Muhaimin, Pdt Bambang Subagio dan Peace Compaign atau kampanye damai (Saya yang pegang kendali dibantu sejumlah relawan) sampai sekarang.Kegiatan peace compaign selain kampanye damai, juga dialog
karya (Penghijauan, Interfaith Youth Camp, Posko Merapi, Posko gempa, bedah rumah, penyediaan air minum masyarakat, ACceh dll)
Read More...


<<First <Back | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | Next> Last>>


STOP RUNNING : Arahkan mouse di tulisan ini, tulisan akan diam
RENEWAL NEWS : Upload Foto, Add Posting, Upload File Chating dsb, silahkan coba dan beritahu teman2 lain
JUST NEWS : Kalau ada usul2 tentang website ini silahkan kontak ke Administrator : lihat di menu
TAWARAN : Kalau tertarik pakai website ini di angkatan/jurusan sendiri, silahkan kontak ke Administrator
IKLAN : Website ini dibuat oleh ADITUSOFT Co.Ltd http://aditusoft.com/
TAHUKAH ANDA : Online Community semacam ini bisa didapat dng harga murah dan disesuaikan dgn kebutuhan anda
INI BENAR : Ingin punya Website/Email sendiri ? hanya Rp 55 rb/bulan : ADITUSOFT provides it