Alumni Seminari Mertoyudan ( Sinergi dan Berbagi )
Pagarilah rumahmu dengan piring 
Saturday, August 15, 2009, 02:40 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
Pagarilah rumahmu dengan piring
tulisan : Rm Suyatno Hadiatmojo PR

Ketika baru pulang dari mendoakan orang sakit, saya bercerita pada
Romo Mangun” Romo tadi saya mendoakan orang sakit di rumah yang berpagar tinggi
dan berpintu gerbang baja. Karena mencari bel pintu tidak ketemu, saya mengetuk
pintu yang menyeramkanitu, ternyata yang menjawab anjing Herder, saya malah
takut”. Romo Mangun mengatakan:” Rumah yang seperti itu menunjukkan bahwa tuan
rumah merasa tidak aman. Atau mengalami keamanan semu. Karena rasa aman dan
damai sejati bukan dengan mengurung diri, tetapi justru dengan membuka diri
pada semua orang. Sebaiknya rumah jangan
dipagari beling tetapi pagarilah dengan piring”. “Maksudnya” tanyaku ingin
tahu. “Dipagari tembok setinggi apapun kalau dengan tetangga kiri kanan tidak
akur, maka akan selalu ada cara untuk menghacurkan rumah tersebut. Sebaliknya
kalau kita selalu hidup social dan keterbukaan dengan tetangga lebih-lebih
dalam pergaualan dan kegiatan social yang baik tanpa pagar pengamananpun
masyarakat kiri kanan akan siap membantu kalau terjadi sesuatu.

 

Berilah dan kamu akan diberi, suatu takaran yang baik
yang dipadatkan yang digoncang dan tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam
ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu
(Luk 6,38)

Belajar menjadi manusia 
Saturday, August 15, 2009, 02:39 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
 
Belajar menjadi manusia
tulisan : Rm Suyatno Hadiatmojo PR

Ketika
diberitakan bahwa beberapa pastor yang kuliah di Roma mengundurkan diri. Romo
Mangun berkomentar: ”Makanya, kalau ada pastor yang mau study di luar negeri, harus
minta petunjuk saya.” “Kira-kira petunjuk apa yang akan romo berikan?”, tanyaku
penasaran. Dengan senyum khasnya Romo Mangun menjawab,” Sekarang ini banyak
orang sangat antusias mempelajari akherat, surga dan malaekat. Mereka sangat
bangga dengan gelar doctor teologia dan berkotbah dimana-mana. Seakan-akan
lebih pandai daripada Tuhan. Tetapi saya punya pemikiran, baiknya sebelum
banyak mempelajari tentang surga dan malaekat, mbok ya belajar menjadi manusia
biasa dulu. Jangan belajar jadi malaekat tetapi belum pernah belajar menjadi
manusia biasa”. “Maksudnya apa Romo?” tanyaku. “lha iya to. Yang diajar dan
digembalakan kan
manusia yang masih menginjak bumi, bukan yang 
ada disurga. Maka hendaknya mendalami hidup sebagai manusia, supaya
tidak lupa bahwa mereka masih manusia yang adalah citra Allah. Seperti ada
perumpamaan, kalau menggembalakan kambing, mesti tahu sifat-sifat kambing. Sebab
sering terjadi pastor yang bergaya malaekat ketika melihat keindahan dunia
manusia, lalu menjadi gemetar lalu rontok panggilannya.

 

Yang walaupun dalam rupa Allah, ia tidak menganggap keseteraan
dengan Allah sebagai miliknya yang harus dipertahankan, melainkan telah
mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama
dengan manusia. Dalam dalam keadaan sebagai manusia Ia merendahkan dirinya dan
taat sampai mati, bahkan mati disalib (Bdk Fil 2,6-8)

Panggilan  
Saturday, August 15, 2009, 02:37 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
Panggilan

tulisan : Rm Suyatno Hadiatmojo PR


a. Bagaimana panggilan imamat dihayati oleh setiap imam?
Kualitas penghayatan imamat itu dipengaruhi banyak faktor. Kedewasaan, keseriusan, kematangan pribadi dan kedalaman rohani. Hal itu bisa diumpamakan angin segar Lereng Merapi. Bagi yang sedang masuk angin tambah nggregesi, bagi orang Jakarta sangat menyegarkan tapi gak berani mandi, bagi orang yang selesai sport Wuaahh sangat menyegarkan dan menyejukkan hati.
Yang saya maksudkan demikian: Mereka sekolahnya sama, dosennya sama dan makanan sama, demikian pula acara harian hampir sama. Tapi ada yang mau jagongan dengan masyarkat, ada yang Jaim (jaga image) karena jadi imam berarti jadi boss, atau ramah dengan siapa saja. Ada yang kalao kotbah sambil mecucu, sumeh, baca teks.

b. Bagaimana panggilan imamat itu bisa diwartakan kepada umat agar menjadi
nilai yang dihayati umat awam pula?
Menurut saya, pewartaan imamat itu nampak dalam keramah tamahan kepada umat dan keteladanan dalam hidup. Kotbah bisa direka-reka dengan banyak membaca atau mendengarkan, tetapi perilaku harian selalu asli. Disitulah pewartaan paling nyata dan kongkrit. Asli. Misalnya Pastor banyak bicara tentang KLMTC (Kecil lemah menderita tersingkir dan cacat) tapi mendhite gak ketulungan, nganti githoknya leguuuk. Ini sama dengan ADALAH

c. Bagaimana hidup para imam dan kesuciannya / kekudusannya menjadi kesaksiannya
akan Yesus Kristus?
Wah ini lebih sangat pribadi. Yakni relasi pribadi dengan Tuhan yang selalu dipupuk setiap hari. Namun orang lain akan bisa merasakan aura atau GETARAN SPIRITUAL imam itu. Saya punya teman akrab yakni Bikku Pannavaro Mahaterra seorang budhis. Beliau menurut saya orang suci baik dalam kata, pola hidup dan cara bicara bisa dirasakan orang lain meski agamanya berbeda dengan saya.

d. Bagaimana membuat para imam merasa disegarkan/bahagia mengenang proses
panggilannya?
Sekali lagi ini sangat tergantung pada penghayatan pribadi baik dalam kesendirian maupun dalam kebersamaan. Bisa orang yang sendirian tapi tak terkontrol dalam banyak hal, bisa sendirian justru mampu menghayati imamat lebih intensip, ada yang bersama sungguh baik sering sharing bersama atau doa bersama dan komunikasi sangat dewasa dan mendalam. Tapi ada yang bersama dibawah satu atap tapi hidup sendiri sendiri. Nah kesegaran penghyatan imamat itu tergantung apakah diri pribadinya KERASAN dengan imamatnya atau tidak, kemudian selalu mau belajar baik dengan sesama korps imamat atau dengan umat dan masyarkat. Karena buku pelajaran tentang kehidupan itu ada ada hidup itu sendiri. Yakni hidup vertikal hubungan dengan Allah maupun horisontal dengan sesama. Pengolahan hidup atas pengalaman harian bisa menyebabkan penghyatan imamat setia

YESUS MEMPERBANYAK ROTI 
Saturday, August 15, 2009, 02:36 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
HOMILI HARI INI 26/7-09
tulisan : Rm Suyatno Hadiatmojo PR

YESUS MEMPERBANYAK ROTI

REFLEKSI SOSIOLOGIS

Yoh 6-15


Konteks Injil:

Yesus menyuruh para murid berdua-dua
untuk mewartakan sabda keselamatan Kristus.. Ketika mereka kembali dan sharring
berbagai pengalaman dalam melaksanakan tugas perutusan. Rupanya Yesus puas
dengan mereka. Lalu Dia kepingin mengajak para murid untuk menyingkir ke tempat
yang sepi untuk beristirahat dan berdoa.Namun orang berjubel-jubel mengejar
Yesus dan Yesus tergerak hatinya, karena mereka seperti domba yang tanpa
gembala. Lalu meski lelah Yesus tetap melayani mereka. Hingga rencana
istirahatnya gagal. Apalagi mereka yang berjumlah 5000 laki-laki kelihatan
lapar dan letih. Yesus mengatakan kepada para murid: Bagaimana orang yang
kelaparan itu harus ditolong.

Philipus:”Uang sebanyak 200 dinar (8
juta Rp) tidak cukup untuk membeli roti bagi 5 ribu orang meski hanya
secuil-secuil”. Andreas merebut 5 roti dan dua ikan yang dibawah anak, dan
diberikan kepada Yesus. Yesus memerintahkan orang-orang disuruh duduk
berkelompok-kelompok. Yesus kemudian menerima roti mengucap syukur dan menyuruh
para murid membagi 5 roti dan dua ikan itu kepada orang banyak. Ternyata mereka
semua makan sampai kenyang dan bahkan sisa 12 bakul.

 

BENARKAH YESUS MEMPERBANYAK ROTI?

            Sangat mausiawi bahwa setelah para
murid bekerja keras, Yesus mengajak mereka untuk menyendiri. Untuk istirahat,
retret atau rekoleksi. Guna menimba kekuatan baru dari alam dan dari Tuhan. Ini
berarti Si Bos memperhatikan anak buahnya. Kadang-kadang perlu diajak
penyegaran hidup.

            Namun
istirahat harus ditunda karena orang banyak datang minta penyegaran hidup.
Sebagai gembala yang baik, meski lelah harus melayani yang digembalakan.

            Rupanya
Yesus membutuhkan manusia menjadi partner kerja. Karena itu persolan
disampaikan:” Hai murid-muridKu, apa solusimu terhadap 5000 orang yang kelaparan.
Kemudian muncul reaksi:

Philipus:”Wahh..
ha nek sekian banyak orang dengan 8 jutapun belum cukup untuk makan
mereka”. Ini adalah sikap ADALAH.. Ketika ada persoalan sering banyak orang
berpendapat, bahkan mempermasalahkan. Ini adalah model orang yang banyak
bicara tentang persolan tetapi, tidak menyelesaikan persoalan. Yesus
prihatin (perih hatinya) melihat sikap PhilipusAndreas:”Disini
ada 5 roti dan dua ikan”. Tapi milik siapa? Mungkin ini milik anak sebagai
bekal. Meski milik anak kecil direbut Andreas kemudian diberikan kepada
Yesus.  Ini model orang yang suka
merebut barang atau kedudukan, tetapi modalnya hanya nekat. Seperti orang
LSM pendamping petani, hanya motreti sawah-sawah subur lalu ditulis dalam
proposal untuk mencari dana. Padahal gak ikut kerja apa-apa.Yesus.
Rupanya Dia jengkel melihat sikap para murid. Yang satu Cuma ADALAH yang
lain NGREBUT. Maka murid-murid dipaksa untuk membagikan roti dan ikan
“colongan” tadi meski Cuma sak iprit-iprit. Sambil ngedumel
muridpunmelaksakan dhawuh.Adalah
hal yang wajar kalau dipadang gurun orang yang bepergian MESTI MEMBAWA
BEKAL. Karena gak ada warung/mini market atau bakso/soto surungan. Ketika
mereka diberi roti dan ikan yang sak cuil cuilik buanget, mereka pasti
agak tersinggung. Lalu antar mereka pada bisik-bisik untuk mengeluarkan
bekal masing-masing dan dimakan bareng. Yang
disyukuri Yesus:

a.     
Murid-murid
sadhar bahwa solusi masalah bukan hanya cukup di ADALAHKAN atau didiskusikan.
Apalagi milik orang kecil malah dicolong.

b.     
Kesadaran
jemaat muncul bahwa  masalah kelaparan
5000 orang bisa diatasi kalau masing-masing dengan rela mau mengeluarkan
potensi dan bekalnya. Bahkan  sisa lebih
dari 12 bakul.

c.      
Perubahan
paradikma murid dan umat  Itulah yang
disyukuri Yesus.

d.     
Strategi
dan kebijakan Yesus itu mereka sadar bahwa orang Model Yesus itulah yang layak
dipilih jadi raja. Karena kenyataan dari dulu sampai sekarang, orang yang
pengin jadi raja sering berprinsip “JER BASUKI MOWO BEA”. Rakyat yang mawa bea
rajanya yang BASUKI (enak tanpa modal)

 

Strategi inilah yang kami pakai
selama 7 tahun dalam pelbagai kegiatan baik gerejani maupun
kemasyarakatan.

NUWUUUN

Pastor Muda memprihatinkan 
Saturday, August 15, 2009, 02:31 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
Pastor Muda memprihatinkan
tulisan : Rm Suyatno Hadiatmojo PR

Ini adalah keluhan dari sebagian umat yang menghadapi pastor muda (tentu tidak semua?). Keprihatinan yang muncul ketika suatu paroki mendapat pastor muda, kotbahnya ilimiah, filosofis dan sangat teologis dan biblis. Dengan banyak istilah asing yang dipakai. hingga umat ndomble. Di luar homili, ternyata srawungnya kurang. Fasilitas yang bermerk jaman kini menjadi harapan. Menjadi pastor suatu prestise. Umat diminta menyediakan fasilitas ini itu.
Ini bisa benar dan bisa salah. Tetapi seandainya benar. Dimana salahnya? Sya ingat akan peristiwa bersama romo Mangun:
Suatu hari Romo Mangun
diundang untuk memberi rekoleksi para frater. Ketika mulai memberikan
konverensi beliau sudah menampilkan wajah kurang simpatik. Ia berkata:”Anda
adalah calon-calon pastor alias calon-calon aristocrat/bangsawan gereja.
Pernahkan and baca dalam Injil bahwa yang  
sering membenci Yesus dan nggerpoli Yesus adalah para imam? Saya
prihatin dengan keadaan sekarang, karena para frater seperti radio satu band
yang diketahui hanya Panti Rapih, kapel dan kampus”. Situasi mulai tidak
mengenakkan bahkan ada yang mulai marah. Tetapi Romo Mangun malah
melanjutkan:”Saya punya ide, nanti sesudah doa malam bagaimana kalau seminari
ini dibakar. Sesudah itu benteng yang membatasi Seminari dengan masyarakat
dirobohkan. Supaya kita hidup bersama dengan orang kampong. Seperti  para santri yang disamping belajar di kampus
atau sekolah, masih memasak, belajar agama”. Seorang frater yang tidak bisa
menahan emosi bertanya:”Apa romo sedang punya masalah kok sejak tadi memarahi
kami”. Dengan santai beliai menjawab:” Ya betul. Ada masalah keprihatinan yang sangat
mendalam”. “Masalah keprihatinan  apa
Romo?”. “Saya sungguh prihatin tentang kamu. Masak menganggap diri menjadi
calon gembala, tidak pernah dilatih untuk ajur-ajer dengan masayarakat”,
lanjutnya. “Siapa yang pernah memimpin rekoleksi bakul tempe? Siapa kalau tetangga kita meninggal
datang melayat?  Siapa yang mau
mengetahui bahwa di luar tembok kita begitu banyak orang menderita kesusahan? “
Pertanyaan yang bagaikan metraliur untuk membuat para frater tertunduk sambil
membernarkan dalam hati. Namun Romo Mangun belum mau berhenti,”Kalau pakaian
dicucikan, lantai kotor ada yang ngepel, jendela pecah panggil pegawai. Itu mau
jadi gembala macam apa? Belajar untuk hidup memasyarakat apalagi menjadi
gembala itu mesti dimulai bukan dipikirkan.


<<First <Back | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | Next> Last>>


STOP RUNNING : Arahkan mouse di tulisan ini, tulisan akan diam
RENEWAL NEWS : Upload Foto, Add Posting, Upload File Chating dsb, silahkan coba dan beritahu teman2 lain
JUST NEWS : Kalau ada usul2 tentang website ini silahkan kontak ke Administrator : lihat di menu
TAWARAN : Kalau tertarik pakai website ini di angkatan/jurusan sendiri, silahkan kontak ke Administrator
IKLAN : Website ini dibuat oleh ADITUSOFT Co.Ltd http://aditusoft.com/
TAHUKAH ANDA : Online Community semacam ini bisa didapat dng harga murah dan disesuaikan dgn kebutuhan anda
INI BENAR : Ingin punya Website/Email sendiri ? hanya Rp 55 rb/bulan : ADITUSOFT provides it