Alumni Seminari Mertoyudan ( Sinergi dan Berbagi )
Monastery Life 
Monday, November 2, 2009, 06:48 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
A young monk arrives at the monastery. He is assigned to helping the other
monks in copying the old canons and laws of the church by hand.

He notices, however, that all of the monks are copying from copies,not from
the original manuscript. So, the new monk goes to the head abbot to question
this, pointing out that if someone made even a small error in the first
copy, it would never be picked up! In fact, that error would be continued in
all of the subsequent copies.

The head monk, says, "We have been copying from the copies for centuries,
but you make a good point, my son."

He goes down into the dark caves underneath the monastery where the original
manuscripts are held as archives in a locked vault that hasn't been opened
for hundreds of years.. Hours go by and nobody sees the old abbot.



So, the young monk gets worried and goes down to look for him. He sees him
banging his head against the wall and wailing.



"We missed the R! ?We missed the R! We missed the R!"




His forehead is all bloody and bruised and he is crying uncontrollably.

The young monk asks the old abbot, "What's wrong, father?"
With A choking voice, the old abbot replies,
"The word was...
CELEBRATE!!!"

Dian Syarief : Uban 
Tuesday, September 1, 2009, 12:10 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
Uban


Saat uban pertama itu muncul..... reaksi yang timbul adalah rasa tak percaya bahwa memang sehelai rambut itu telah berubah warna menjadi putih. Ya Allah.... betapa cepatnya waktu berlalu. Tak terbayangkan sebelumnya bahwa sehelai rambut itu bisa berubah warna dan kerutan di wajah pun muncul. Betapa luar buasanya Allah SWT menciptakan alarm bagi manusia yang menandai perjalanan hidup dan waktu yang telah dihabiskannya. Bagi manusia yang bijak, tumbuhnya uban akan membuatnya berpikir untuk menambah porsi ibadah dan kebajikan yang diperbuatnya. Betapa tidak, karena dia akan berpikir bahwa jatah umur yang diberikanNya semakin berkurang. Dia akan berpikir, bagaimana jika Allah SWT tak mengampuni dosanya dan bagaimana jika ibadah yang dikerjakannhya tertolak. Padahal jika waktunya tiba, ajal tak dapat ditunda barang sedetik pun (QS 7 : 34).



Mengecat rambut putih agar tak nampak beruban dan terlihat tua sesungguhnya menafikkan tanda yang Allah SWT berikan agar kita bergegas menambah tabungan akhirat dan menambal segala kekurangan yang ada. Kita harus bersyukur karena Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri melalui uban dan keriput, tak serta merta dicabutnya karunia kehidupan itu. Tanpa tanda-tanta itu kita akan terlena dan tak menyadari bahwa waktu kita hampir habis. Betapa Allah SWT sangat mengasihi hambaNya. Kitalah yang sering kali tak menyadari hal itu. Segala sesuatu dilihat secara kasat mata dan hanya menuruti ego semata. Kita risau jika kondisi fisik kita menurun, namun tak risau jika keimanan yang turun. Kita risau jika secara fisik kita tak dapat tampil dengan baik, namun tak pernah risau jika sang jiwa kurang terpelihara atau sang ruh sudah tak lagi putih bersih seperti awalnya. Padahal yang akan kembali menghadap kepadaNya adalah aku, sang jiwa itu. Sedangkan jasad yang selama ini lebih kuperhatikan akan kutinggalkan selamanya di dunia dan singguh tak berarti lagi....



Disepuluh hari kedua di bulan Ramadhan ini semoga kita bisa lebih bersyukur dan bersungguh-sungguh memohon ampunanNya serta bertekad untuk mengejar segala ketinggalan yang ada. Memanfaatkan setiap detik kehidupan ini untuk bisa bermanfaat bagi Tuhan dan bagi sesama.....



Bandung, 11 Ramadhan 1430 H - Dian Syarief

Pagarilah rumahmu dengan piring 
Saturday, August 15, 2009, 02:40 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
Pagarilah rumahmu dengan piring
tulisan : Rm Suyatno Hadiatmojo PR

Ketika baru pulang dari mendoakan orang sakit, saya bercerita pada
Romo Mangun” Romo tadi saya mendoakan orang sakit di rumah yang berpagar tinggi
dan berpintu gerbang baja. Karena mencari bel pintu tidak ketemu, saya mengetuk
pintu yang menyeramkanitu, ternyata yang menjawab anjing Herder, saya malah
takut”. Romo Mangun mengatakan:” Rumah yang seperti itu menunjukkan bahwa tuan
rumah merasa tidak aman. Atau mengalami keamanan semu. Karena rasa aman dan
damai sejati bukan dengan mengurung diri, tetapi justru dengan membuka diri
pada semua orang. Sebaiknya rumah jangan
dipagari beling tetapi pagarilah dengan piring”. “Maksudnya” tanyaku ingin
tahu. “Dipagari tembok setinggi apapun kalau dengan tetangga kiri kanan tidak
akur, maka akan selalu ada cara untuk menghacurkan rumah tersebut. Sebaliknya
kalau kita selalu hidup social dan keterbukaan dengan tetangga lebih-lebih
dalam pergaualan dan kegiatan social yang baik tanpa pagar pengamananpun
masyarakat kiri kanan akan siap membantu kalau terjadi sesuatu.

 

Berilah dan kamu akan diberi, suatu takaran yang baik
yang dipadatkan yang digoncang dan tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam
ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu
(Luk 6,38)

Belajar menjadi manusia 
Saturday, August 15, 2009, 02:39 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
 
Belajar menjadi manusia
tulisan : Rm Suyatno Hadiatmojo PR

Ketika
diberitakan bahwa beberapa pastor yang kuliah di Roma mengundurkan diri. Romo
Mangun berkomentar: ”Makanya, kalau ada pastor yang mau study di luar negeri, harus
minta petunjuk saya.” “Kira-kira petunjuk apa yang akan romo berikan?”, tanyaku
penasaran. Dengan senyum khasnya Romo Mangun menjawab,” Sekarang ini banyak
orang sangat antusias mempelajari akherat, surga dan malaekat. Mereka sangat
bangga dengan gelar doctor teologia dan berkotbah dimana-mana. Seakan-akan
lebih pandai daripada Tuhan. Tetapi saya punya pemikiran, baiknya sebelum
banyak mempelajari tentang surga dan malaekat, mbok ya belajar menjadi manusia
biasa dulu. Jangan belajar jadi malaekat tetapi belum pernah belajar menjadi
manusia biasa”. “Maksudnya apa Romo?” tanyaku. “lha iya to. Yang diajar dan
digembalakan kan
manusia yang masih menginjak bumi, bukan yang 
ada disurga. Maka hendaknya mendalami hidup sebagai manusia, supaya
tidak lupa bahwa mereka masih manusia yang adalah citra Allah. Seperti ada
perumpamaan, kalau menggembalakan kambing, mesti tahu sifat-sifat kambing. Sebab
sering terjadi pastor yang bergaya malaekat ketika melihat keindahan dunia
manusia, lalu menjadi gemetar lalu rontok panggilannya.

 

Yang walaupun dalam rupa Allah, ia tidak menganggap keseteraan
dengan Allah sebagai miliknya yang harus dipertahankan, melainkan telah
mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama
dengan manusia. Dalam dalam keadaan sebagai manusia Ia merendahkan dirinya dan
taat sampai mati, bahkan mati disalib (Bdk Fil 2,6-8)

Panggilan  
Saturday, August 15, 2009, 02:37 - Artikel Umum
Posted by sapto [Administrator]
Panggilan

tulisan : Rm Suyatno Hadiatmojo PR


a. Bagaimana panggilan imamat dihayati oleh setiap imam?
Kualitas penghayatan imamat itu dipengaruhi banyak faktor. Kedewasaan, keseriusan, kematangan pribadi dan kedalaman rohani. Hal itu bisa diumpamakan angin segar Lereng Merapi. Bagi yang sedang masuk angin tambah nggregesi, bagi orang Jakarta sangat menyegarkan tapi gak berani mandi, bagi orang yang selesai sport Wuaahh sangat menyegarkan dan menyejukkan hati.
Yang saya maksudkan demikian: Mereka sekolahnya sama, dosennya sama dan makanan sama, demikian pula acara harian hampir sama. Tapi ada yang mau jagongan dengan masyarkat, ada yang Jaim (jaga image) karena jadi imam berarti jadi boss, atau ramah dengan siapa saja. Ada yang kalao kotbah sambil mecucu, sumeh, baca teks.

b. Bagaimana panggilan imamat itu bisa diwartakan kepada umat agar menjadi
nilai yang dihayati umat awam pula?
Menurut saya, pewartaan imamat itu nampak dalam keramah tamahan kepada umat dan keteladanan dalam hidup. Kotbah bisa direka-reka dengan banyak membaca atau mendengarkan, tetapi perilaku harian selalu asli. Disitulah pewartaan paling nyata dan kongkrit. Asli. Misalnya Pastor banyak bicara tentang KLMTC (Kecil lemah menderita tersingkir dan cacat) tapi mendhite gak ketulungan, nganti githoknya leguuuk. Ini sama dengan ADALAH

c. Bagaimana hidup para imam dan kesuciannya / kekudusannya menjadi kesaksiannya
akan Yesus Kristus?
Wah ini lebih sangat pribadi. Yakni relasi pribadi dengan Tuhan yang selalu dipupuk setiap hari. Namun orang lain akan bisa merasakan aura atau GETARAN SPIRITUAL imam itu. Saya punya teman akrab yakni Bikku Pannavaro Mahaterra seorang budhis. Beliau menurut saya orang suci baik dalam kata, pola hidup dan cara bicara bisa dirasakan orang lain meski agamanya berbeda dengan saya.

d. Bagaimana membuat para imam merasa disegarkan/bahagia mengenang proses
panggilannya?
Sekali lagi ini sangat tergantung pada penghayatan pribadi baik dalam kesendirian maupun dalam kebersamaan. Bisa orang yang sendirian tapi tak terkontrol dalam banyak hal, bisa sendirian justru mampu menghayati imamat lebih intensip, ada yang bersama sungguh baik sering sharing bersama atau doa bersama dan komunikasi sangat dewasa dan mendalam. Tapi ada yang bersama dibawah satu atap tapi hidup sendiri sendiri. Nah kesegaran penghyatan imamat itu tergantung apakah diri pribadinya KERASAN dengan imamatnya atau tidak, kemudian selalu mau belajar baik dengan sesama korps imamat atau dengan umat dan masyarkat. Karena buku pelajaran tentang kehidupan itu ada ada hidup itu sendiri. Yakni hidup vertikal hubungan dengan Allah maupun horisontal dengan sesama. Pengolahan hidup atas pengalaman harian bisa menyebabkan penghyatan imamat setia


<<First <Back | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | Next> Last>>


STOP RUNNING : Arahkan mouse di tulisan ini, tulisan akan diam
RENEWAL NEWS : Upload Foto, Add Posting, Upload File Chating dsb, silahkan coba dan beritahu teman2 lain
JUST NEWS : Kalau ada usul2 tentang website ini silahkan kontak ke Administrator : lihat di menu
TAWARAN : Kalau tertarik pakai website ini di angkatan/jurusan sendiri, silahkan kontak ke Administrator
IKLAN : Website ini dibuat oleh ADITUSOFT Co.Ltd http://aditusoft.com/
TAHUKAH ANDA : Online Community semacam ini bisa didapat dng harga murah dan disesuaikan dgn kebutuhan anda
INI BENAR : Ingin punya Website/Email sendiri ? hanya Rp 55 rb/bulan : ADITUSOFT provides it